





Area alis setelah prosedur harus tetap kering, bersih, dan terjaga dari kotoran serta bakteri untuk mencegah peradangan dan infeksi.
Jika Anda melakukan mikroblading di Gangwhoo, teknisi akan memberikan instruksi rinci. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membersihkan alis setelah mikroblading adalah sebagai berikut:
Cuci muka menggunakan kain lembut yang bersih, hindari area di sekitar alis agar tidak terkena air yang dapat mengganggu hasil mikroblading.
Hindari menggunakan pembersih wajah selama masa pengelupasan karena busa pembersih dapat menempel dan menyebabkan iritasi, nyeri, serta memudarkan warna. Jika tidak hati-hati, risiko infeksi juga meningkat.
Setelah mikroblading, jika terasa nyeri ringan (tergantung kondisi individu), dapat menggunakan obat pereda nyeri sesuai anjuran dokter dan dosis yang tepat.
Selain itu, pasien dapat menggunakan kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan dan rasa nyeri. Namun, pastikan es tidak langsung menyentuh area alis.
Untuk pembersihan alis setelah mikroblading, gunakan satu atau dua kapas kecil yang dibasahi dengan air hangat yang sudah dididihkan dan didinginkan untuk membersihkan area secara lembut.
Mengoleskan salep adalah salah satu tindakan yang perlu dilakukan setelah prosedur mikroblading alis. Tergantung pada kondisi kulit dan respons masing-masing individu, teknisi akan memberikan rekomendasi produk salep yang sesuai. Umumnya, salep yang direkomendasikan mengandung antibiotik seperti tetracycline.
Cara mengoleskan salep setelah mikroblading alis:
Bersihkan tangan dengan cairan antiseptik, keringkan tangan dan kapas tusuk (kapas harus bersih dan masih dalam kemasan).
Siapkan segelas air hangat yang sudah direbus, basahi alis dengan perlahan dari pangkal hingga ujung alis.
Ulangi 3-4 kali untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada alis.
Ambil sedikit salep dengan tangan atau kapas tusuk, lalu oleskan tipis secara merata pada seluruh area alis.
Oleskan salep dua kali sehari, pagi dan malam, hingga alis mengelupas.
Saat menjalani prosedur microblading alis, sangat penting untuk memastikan pola makan yang mendukung proses penyembuhan. Microblading alis membutuhkan asupan protein yang cukup, nutrisi pendukung, serta mineral yang memadai. Disarankan untuk mengonsumsi banyak buah-buahan, sayuran hijau, biji-bijian, kacang-kacangan, daging sapi, ayam, babi, berbagai jenis hasil laut, serta tanaman polong-polongan yang mengandung lemak sehat. Hindari konsumsi air beras merah, selai buah, cokelat, minuman bersoda, es batu, kopi dalam berbagai jenis, dan rokok.
Untuk kulit normal, kering, dan sensitif: Setelah proses tato, bersihkan alis dengan lembut menggunakan air hangat setelah 30 menit, keringkan dengan hati-hati, dan aplikasikan produk perawatan setelah tato sebanyak 3 kali sehari selama 7 hari hingga kulit mengelupas sempurna. Gunakan lapisan yang sangat tipis. Sebelum mengoleskan kembali, bersihkan area tato secara lembut dengan air hangat. Produk perawatan yang direkomendasikan bisa berupa Skin Candy dari Phibrows, CS+lab, atau vaselin.
Untuk kulit berminyak dan kombinasi:
Hindari mengoleskan produk yang membuat area tetap kering. Jika terdapat cairan, bersihkan dengan kain yang dibasahi air hangat. Pada beberapa hari pertama, sebaiknya tidak menggunakan produk apapun.
Perhatian:
Jangan mengupas kulit yang mengelupas secara paksa; biarkan rontok secara alami.
Hindari tidur dengan posisi miring untuk mencegah gesekan pada bagian ujung alis.
Produk perawatan setelah tato harus produk baru dan higienis; jangan gunakan produk lain selain yang dianjurkan karena bisa mengandung minyak berlebih yang memengaruhi daya tahan tinta pada kulit.
Selama 2-3 minggu setelah prosedur, hindari menggunakan makeup pada area alis, berenang, mandi uap, aktivitas berat yang menyebabkan keringat berlebihan, serta prosedur kecantikan lainnya pada wajah.
Setelah kulit mengelupas, Anda sebaiknya tidak lagi mengoleskan salep antibiotik. Sebagai gantinya, gunakanlah krim pelembap yang dapat membantu merangsang warna atau krim regenerasi kulit. Pada tahap ini, Anda dapat mengaplikasikan krim seperti Vaseline secara merata pada alis setiap malam sebelum tidur agar warna alis lebih tajam dan tampak alami.
Saat menggunakan krim pelembap, disarankan untuk memilih produk yang terbuat dari ekstrak bahan alami agar aman, sesuai dengan kondisi kulit Anda, serta menghindari risiko alergi atau efek samping pada kulit yang sensitif.
Microblading alis di Rumah Sakit Estetika Gangwhoo merupakan terobosan signifikan dalam teknik dan teknologi pembentukan alis. Metode ini menggabungkan teknologi Nano Cell dengan tinta microblading yang diekstrak dari bahan alami. Hasilnya, alis yang di-microblading memenuhi tiga standar kecantikan: tajam, warna merata, dan tampak alami.
Namun demikian, untuk kasus microblading pertama kali, kulit yang sulit menyerap warna, atau kulit berminyak, biasanya diperlukan sesi touch-up setelah sekitar dua minggu agar warna alis menjadi lebih tajam dan alami.
Selain itu, kebutuhan touch-up sangat bergantung pada teknologi, keterampilan teknisi, serta perawatan yang dilakukan oleh klien sendiri.
Dalam beberapa kasus, pelanggan yang melakukan microblading di tempat dengan kualitas rendah dapat mengalami masalah seperti bulu alis yang kasar dan warna yang tidak sesuai. Oleh karena itu, mereka perlu melakukan touch-up di klinik microblading yang terpercaya guna memperbaiki kekurangan hasil microblading sebelumnya.

Membentuk hidung yang tinggi, elegan, dan harmonis secara alami

Membentuk kelopak mata ganda yang besar, bulat, alami, dengan tatapan mempesona
Lihat Selengkapnya



Lihat hasil luar biasa di bawah ini
Mari lihat apa kata mereka tentang Gangwhoo!